Pendapat para pakar mengenai cerpen:
- A. Bakar Hamid
Cerpen yaitu cerita rekaan yang pendek terdiri dari beberapa halaman dan banyaknya perkataan yang dipakai antara 500-20000 kata.
- KBBI
Cerpen yaitu kisahan pendek (kurang dari 10000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika).
- Naning Pranoto
Cerpen yaitu cerita yang ditulis pendek dan terdiri dari 2000-10000 kata.
- Wikipedia
Cerpen yaitu suatu bentuk prosa naratif fiktif.
- Y. Budi Artati
Cerpen yaitu cerita pendek yang termasuk salah satu hasil karya sastra prosa.
Dari pendapat diatas dapat kita temukan persamaan pengertian cerpen menurut beberapa pakar, yaitu suatu cerita pendek yang biasa berisi suatu kisah dalam bentuk prosa.
Menurut penulis sendiri cerpen yaitu cerita yang pendek dan berbentuk prosa dan terdiri dari beberapa paragraph yang terdiri dari kata-kata yang kurang dari 10000 kata.
Ciri-ciri cerpen:
- Memiliki satu masalah
- Mementuk suatu inspirasi tunggal
- Memiliki seorang pelaku utama
- Masalah utama dalam cerita menguasai jalannya cerita
- Dapat menimbulkan efek dan kesan kepada pembaca
- Mengandung penafsiran pengarang tentang konsepnya
- Panjangnya 8-20 halaman
- Biasanya selesai dibaca dalam beberapa jam
Perbedaan cerpen dan novel:
No. | Cerpen | Novel |
1 | Panjangnya 8-20 halaman | Panjangnya >20 halaman |
2 | Memberikan kesan | Memberikan pesan |
3 | Memiliki satu masalah tunggal | Memiliki banyak masalah |
4 | Dimensi waktu terbatas | Dimensi waktu bebas |
5 | Alur cerita satu dan sederhana | Alur cerita banyak dan rumit |
6 | Tokohnya sedikit | Tokohnya banyak |
7 | Terpusat pada satu tokoh utama | Terpusat pada lebih dari 1 tokoh utama |
8 | Memperkenalkan watak tokoh dengan singkat | Memperkenalkan watak tokoh dengan detail |
9 | Tidak sampai 1 buku | Bisa sampai 1 buku atau lebih |
Unsur Instrinsik Cerpen
Unsur instrinsik cerpen yaitu unsur yang membangun sebuah karya sastra yang berasal dari dalam karya sastra itu sendiri.
Urutan Peristiwa
1) Pada suatu pagi pohon pepaya milik Sali dalam keadaan roboh membelintang di tanah.
2) Banyak buah pepaya yang lumat berlepotan di timpa batang pepaya yang gemuk itu.
3) Sali merasa linglung dan sedih melihat pohon pepayanya itu tumbang dengan banyaknya getah yang meleleh menetes-netes ke tanah.
4) Datanglah seorang tetangga dari sebelah rumah Sali yang ikut menyaksikan musibah itu.
5) Sali memulai pembicaraan dengan menunjukkan pohon pepayanya yang roboh dengan bekas bacokan.
6) Tetangganya hanya diam saja mendengar cerita Sali yang kelihatannya sangat bersedih kehilangan sebatang pohon pepaya.
7) Kemudian Sali segera pergi ke kelurahan pada pagi itu dengan langkah yang agak cepat meskipun ia menyadari bahwa perutnya dari tadi terus berbunyi ingin meminta makan.
8) Ketika sampai di kelurahan ia segera bertema Pak Lurah dan segera menyampaikan masalahnya tentang pohon pepaya tersebut.
9) Tetapi Pak Lurah malah menyuruhnya pulang kembali kerumahnya dan menyuruhnya untuk melupakan kejadian itu dan jangan dibesar-besarkan lagi.
10) Tetapi Sali tetap bersikeras untuk mengusut tuntas masalah itu, kemudian Sali langsung meninggalkan kelurahan dan dengan cepat menuju ke kecamatan.
11) Setibanya di kecamatan ia langsung bertemu Pak Camat dan ia segera menyampaikan masalahnya.
12) Tetapi ia malah mendapat olokan dari juru tulis-juru tulis di kantor camat tersebut tentang masalahnya itu.
13) Akhirnya Sali memutuskan untuk pergi ke kantor polisi desa.
14) Setibanya disana ia langsung masuk kedalam kantor dan melaporkan segala kejadian yang terjadi di halaman rumahnya.
15) Tetapi polisi desa itu malah memaki-makinya dan memarahinya karena ia menyampaikan masalah yang seharusnya tidak perlu dilaporkan.
16) Kemudian dengan sedih Sali pulang kembali ke rumahnya, namun setibanya di pekarangan rumahnya Sali langsung roboh ke tanah tak sadarkan diri.
17) Keluarganya segera mengangkat Sali kedalam rumah dan di baringkan diatas bale-bale di kamarnya.
18) Banyak dukun kampung yang telah didatangkan kerumah untuk menyadarkan Sali.
19) Hingga akhirnya pada tengah malam terdengar suara pekikan istri Sali yang membuat semua warga menjadi penasaran dan mengunjungi rumah Sali.
20) Ternyata alangkah terkejutnya para warga yang mengetahui bahwa Sali telah meninggal dunia setelah pingsan cukup lama.
21) Akhirnya istri Sali pun mengungkapkan bahwa dialah orang yang telah menebang pohon pepaya itu semalam, karena banyak anak-anak yang memanjatinya.






0 komentar:
Posting Komentar